Pemkab Bulungan Dorong Pembentukan Dewan Kesenian Daerah Untuk Perkuat Pelestarian BudayA
TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus memperkuat upaya pelestarian seni dan budaya daerah dengan mendorong pembentukan Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Bulungan. Kehadiran lembaga tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para pelaku seni dan budaya untuk berhimpun, berkolaborasi, serta mengembangkan potensi kebudayaan lokal.
Bupati Bulungan, Syarwani, mengatakan pembentukan Dewan Kesenian Daerah merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan seni budaya sebagai identitas daerah.
"Pemkab tengah mendorong pembentukan Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Bulungan sebagai wadah berhimpunnya para pelaku seni budaya dalam mengembangkan dan melestarikan kebudayaan daerah," ujarnya di Tanjung Selor, Minggu.
Menurut Syarwani, Pemkab Bulungan selama ini secara konsisten mendukung berbagai kegiatan kesenian yang melibatkan masyarakat. Salah satunya melalui Festival Bulungan Hibot 2026 yang digelar pada 3-4 Juli dengan menghadirkan beragam perlombaan dan aktivitas kreatif.
Festival tersebut diisi berbagai kegiatan, di antaranya Fun Race 100 Meter Tingkat Pelajar Open Kaltara, lomba mewarnai, lomba fotografi, serta Lomba Muda Berkarya (Madya). Berbagai kegiatan itu menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mengenal dan melestarikan seni budaya daerah.
Selain memberikan ruang ekspresi bagi pelaku seni, penyelenggaraan festival juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Selama dua hari pelaksanaan, perputaran ekonomi yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencapai sekitar Rp65 juta.
"Festival ini bukan hanya sekadar melestarikan seni dan budaya, tetapi juga memberikan panggung dan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk terlibat serta memperoleh manfaat ekonomi dari kegiatan yang dilaksanakan pemerintah daerah," kata Syarwani.
Festival yang digelar di Taman Budaya Tanjung Palas tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Pemkab Bulungan dalam menjaga kearifan lokal agar tetap dikenal oleh generasi penerus. Selain Festival Bulungan Hibot, pemerintah daerah juga telah menyelenggarakan berbagai agenda budaya lainnya, seperti Tempayan Fest.
Syarwani berharap kegiatan-kegiatan budaya tersebut mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah.
"Harapan kita dengan adanya festival-festival ini anak-anak dan cucu-cucu kita mengetahui bahwa Kabupaten Bulungan memiliki kekayaan seni budaya dan kearifan lokal yang harus terus dijaga, dirawat, dan dilestarikan bersama," ujarnya.
Ia juga mengajak para orang tua, guru, pegiat seni budaya, serta penutur bahasa daerah untuk terus mengenalkan bahasa dan budaya lokal kepada anak-anak, baik melalui pendidikan formal maupun dalam lingkungan keluarga.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya, Pemkab Bulungan pada 2026 juga membangun tiga rumah adat suku asli Kabupaten Bulungan di kawasan Kebun Raya Bunda Hayati. Ketiga rumah adat tersebut mewakili Suku Dayak, Suku Bulungan, dan Suku Tidung.
Keberadaan rumah adat itu diharapkan menjadi pusat pembelajaran budaya bagi para pelajar sekaligus destinasi wisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
"Kami berharap kawasan Kebun Raya Bunda Hayati nantinya menjadi sarana edukasi budaya sekaligus destinasi wisata yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk untuk berbagai kegiatan dengan latar rumah adat sebagai identitas daerah," tutup Syarwani.(DKIP_Bulungan/adv)
