Astra Motor Kaltim 2 Bagikan Tips Biar Motor Tetap Responsif Di Musim Kemarau
POJOKALTIM.CO.ID, SAMARINDA - Musim kemarau membuat cuaca di Kalimantan Timur terasa lebih panas. Kondisi jalan yang kering juga membuat debu lebih mudah beterbangan.
Buat yang setiap hari mengandalkan motor untuk beraktivitas, kondisi ini perlu diperhatikan. Bukan cuma soal panas, debu juga bisa bikin beberapa komponen motor lebih cepat kotor. Salah satunya adalah filter udara.
Komponen ini bertugas menyaring debu dan kotoran sebelum udara masuk ke ruang bakar. Kalau terlalu kotor, aliran udara bisa terganggu dan akhirnya memengaruhi performa motor.
"Tanpa filter udara yang bersih, aliran udara ke ruang bakar akan terhambat. Hal ini akan mengakibatkan campuran udara dan bahan bakar menjadi tidak ideal," ungkap Ignatius Nindyatama, Technical Service Manager Astra Motor Kalimantan Timur 2.
Kenapa Filter Udara Cepat Kotor Saat Kemarau? Jawabannya simple, debu lebih banyak.
Jalanan kering membuat debu gampang beterbangan dan masuk melalui saluran udara motor. Risikonya semakin besar kalau motor sering melewati jalan berpasir, kawasan proyek, jalan ramai, atau jalur yang banyak dilalui kendaraan besar.
Kalau motor dipakai setiap hari, filter udara pun bisa lebih cepat menumpuk kotoran.
Tarikan Mulai Berat? Coba Cek Filter Udara
Filter udara yang mulai kotor biasanya bisa dirasakan dari perubahan performa motor.
Beberapa tandanya antara lain:
- Tarikan terasa lebih berat.
- Motor kurang responsif.
- Konsumsi bahan bakar terasa lebih boros.
- Tenaga berkurang saat menanjak atau membawa penumpang.
- Suara mesin terasa lebih kasar.
Kalau mulai merasakan tanda-tanda tersebut, jangan langsung panik. Filter udara bisa menjadi salah satu bagian yang perlu diperiksa.
Jangan Tunggu Sampai Parah
Membiarkan filter udara terlalu kotor tentu bukan pilihan yang bagus. Aliran udara yang terganggu bisa membuat performa motor menurun dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
"Pemeriksaan filter udara secara berkala adalah langkah sederhana namun efektif untuk menjaga motor tetap irit, responsif, dan nyaman digunakan," tambah Nindya.
Untuk motor Honda, pemeriksaan filter udara dapat dilakukan saat servis berkala di AHASS sesuai jadwal perawatan. Pemeriksaan umumnya dilakukan setiap 18.000 kilometer.
Namun, kalau motor lebih sering digunakan di jalanan berdebu, pemeriksaan bisa dilakukan lebih cepat. Teknisi AHASS nantinya akan melihat apakah filter masih bisa dibersihkan atau sudah perlu diganti.
Jadi, saat kemarau dan debu mulai beterbangan, jangan cuma rajin cuci body motor. Filter udaranya juga jangan dilupakan.
Motor tetap bersih, tarikan tetap responsif, dan aktivitas harian pun makin nyaman. (*)
