Mesin Motor Gampang Kepanasan? Cek Coolant Sebelum Terlambat

POJOKALTIM.CO.ID, BALIKPAPAN - Cuaca panas bikin gerah, tapi kalau mesin motor ikut cepat panas, jangan dianggap sepele. Apalagi kalau motor sering dipakai harian, terjebak macet atau diajak perjalanan jauh.

Buat motor Honda yang menggunakan sistem liquid cooled, coolant punya tugas penting untuk membantu menjaga suhu mesin tetap ideal. Jadi, coolant bukan sekadar air radiator biasa.

"Coolant memiliki fungsi penting dalam membantu menjaga temperatur mesin dan melindungi komponen sistem pendingin. Karena itu, kondisi serta volumenya perlu diperhatikan secara rutin," ujar Yohanes Baptista, Manager Parts Astra Motor Kaltim 1.

Coolant membantu menyerap dan melepas panas dari mesin sekaligus memberikan perlindungan terhadap karat dan korosi pada sistem pendingin. Kalau kondisinya menurun atau volumenya berkurang, kerja sistem pendingin bisa ikut terganggu dan risiko mesin mengalami overheat bisa meningkat.

Beberapa motor Honda yang sudah menggunakan sistem pendingin cair antara lain CBR Series, PCX 160, ADV160, Vario 160, Stylo 160, Forza, CB150R Streetfire, CRF150L hingga BigBike.

Nah, coolant juga bisa berkurang seiring pemakaian. Penyebabnya bisa karena penguapan atau adanya kebocoran. Kualitasnya pun dapat menurun seiring waktu.

Tanda-tandanya bisa kamu cek dari beberapa hal. Indikator suhu menunjukkan temperatur tinggi, volume coolant berada di bawah batas LOW, mesin terasa lebih panas dari biasanya, muncul bau cairan pendingin, atau terlihat rembesan di sekitar radiator dan selang.

Kalau menemukan tanda tersebut, jangan ditunda. Segera lakukan pemeriksaan.

Satu hal penting: jangan asal menambahkan air biasa. Gunakan coolant yang sesuai dengan rekomendasi Honda agar sistem pendingin bekerja sebagaimana mestinya.

Dan jangan pernah membuka tutup radiator saat mesin masih panas. Sistem pendingin berada dalam kondisi bertekanan dan cairan panas bisa menyembur.

Pemeriksaan coolant sebaiknya dilakukan secara rutin, termasuk sebelum motor dipakai perjalanan jauh. Pada perawatan berkala, pemeriksaan dapat dilakukan sesuai jadwal servis, sementara penggantian coolant mengikuti ketentuan dalam Buku Pedoman Pemilik.

Jangan lupa, sirip radiator juga perlu dijaga tetap bersih dari debu dan kotoran. Apalagi saat musim kemarau, debu lebih mudah menumpuk dan dapat mengganggu proses pelepasan panas.

Jadi, sebelum motor diajak gaspol di tengah cuaca panas, luangkan waktu untuk cek coolant, radiator dan sistem pendinginnya.

Kalau ingin pemeriksaan lebih lengkap, langsung saja mampir ke AHASS. Teknisi bisa membantu mengecek radiator, selang, water pump dan komponen sistem pendingin lainnya.

Motor sehat bukan cuma soal tarikan yang enak. Suhunya juga harus tetap terjaga biar nggak gampang kepanasan di tengah jalan. (azr)

Share: