Sparepart Motor Nggak Abadi, Jangan Tunggu Rusak Baru Ganti
POJOKALTIM.CO.ID, SAMARINDA - Motor masih bisa jalan bukan berarti semua komponennya masih aman. Kadang motor terasa biasa saja, padahal ada sparepart yang sudah mendekati batas usia pakainya.
Buat yang setiap hari mengandalkan motor, jangan cuma ingat isi bensin. Oli, busi, filter udara, kampas rem, ban, aki hingga rantai juga perlu diperiksa dan diganti sesuai kondisi serta jadwal perawatannya.
"Setiap komponen sepeda motor memiliki fungsi dan masa pakai yang berbeda. Karena itu, pemeriksaan secara berkala penting dilakukan untuk mengetahui kondisi komponen sebelum mengalami kerusakan," ujar Ignatius Nindyatama, Technical Service Manager Astra Motor Kaltim 2.
Kalau sparepart yang sudah waktunya diganti terus dipaksakan, efeknya bisa mulai terasa. Motor dapat menjadi kurang responsif, tarikan terasa berat, konsumsi BBM meningkat, bahkan kondisi komponen tertentu bisa berpengaruh terhadap keselamatan berkendara.
Nggak cuma soal kenyamanan, rajin mengganti sparepart juga bisa membantu menghindari biaya yang lebih besar. Komponen yang dibiarkan terlalu lama berpotensi memengaruhi bagian lain, sehingga ujung-ujungnya biaya perbaikan bisa ikut membengkak.
Makanya, jangan tunggu motor mulai rewel baru panik. Cek kondisi komponen secara berkala dan ikuti jadwal perawatan yang tercantum di buku panduan atau rekomendasi pabrikan.
Saat mengganti sparepart, pastikan juga menggunakan komponen yang sesuai dengan spesifikasi motor. Untuk pengguna Honda, perawatan di AHASS bisa menjadi pilihan agar kondisi motor diperiksa oleh teknisi dengan standar dan peralatan yang sesuai.
Intinya simpel: jangan tunggu rusak baru dirawat. Sparepart terjaga, motor lebih nyaman, perjalanan lebih tenang, dompet juga nggak ikut kaget. (azr)
