Punya Motor Honda Premium? Jangan Abaikan Komponen Ini
POJOKALTIM.CO.ID, SAMARINDA - Punya motor Honda 160 series seperti Vario 160, Stylo 160, PCX 160 atau ADV 160? Jangan cuma fokus bikin motor tetap kinclong dan bensin selalu penuh. Ada beberapa komponen yang ternyata punya jadwal pemeriksaan dan penggantian sendiri.
Merujuk pada Buku Pedoman Pemilik Sepeda Motor Honda, motor premium Honda 160 series memiliki jadwal perawatan berkala yang berbeda dengan motor Honda 125cc ke bawah. Jadi, meski motor masih terasa nyaman dipakai, bukan berarti semua komponennya masih dalam kondisi prima.
Salah satu yang perlu diperhatikan adalah saringan udara. Komponen ini bertugas menyaring debu dan kotoran sebelum udara masuk ke ruang bakar. Untuk tipe Viscous Paper, penggantian disarankan setiap 18.000 km atau 18 bulan, tergantung mana yang tercapai lebih dulu. Namun, kondisi lingkungan dan seberapa sering motor digunakan juga bisa memengaruhi masa pakainya.
Kemudian ada busi. Bentuknya memang kecil, tapi tugasnya penting karena busi menghasilkan percikan api untuk membakar campuran udara dan bensin di ruang bakar. Pada motor Honda 160 series, busi disarankan diperiksa setiap 6.000 km atau 6 bulan dan diganti setiap 12.000 km atau 12 bulan, tergantung mana yang tercapai lebih dulu.
Berikutnya ada drive belt yang menjadi bagian penting pada sistem transmisi otomatis. Komponen ini bertugas menyalurkan tenaga mesin ke roda melalui sistem CVT. Pemeriksaannya disarankan setiap 12.000 km atau 12 bulan, sedangkan penggantian dilakukan pada 24.000 km atau 24 bulan, tergantung mana yang tercapai lebih dulu.
Aki juga jangan sampai kelewat. Selain menjadi sumber listrik, baterai membantu menjaga suplai listrik saat motor digunakan. Pemeriksaan aki disarankan setiap 6.000 km atau 6 bulan. Pada beberapa model Honda, sudah tersedia indikator baterai yang bisa membantu pengendara mengetahui kondisi aki.
Yang nggak kalah penting adalah kampas rem. Komponen ini bekerja dengan memberikan gesekan pada cakram atau bagian dalam tromol untuk memperlambat hingga menghentikan putaran roda. Karena berkaitan langsung dengan pengereman, kampas rem sebaiknya diperiksa maksimal setiap 6.000 km atau 6 bulan.
Menariknya, masa pakai kampas rem tidak bisa disamakan untuk semua pengendara. Kondisi jalan, intensitas penggunaan motor, hingga kebiasaan saat berkendara bisa membuat tingkat keausannya berbeda.
Technical Service Manager Astra Motor Kalimantan Timur 2, Ignatius Nindyatama, mengatakan perawatan berkala penting dilakukan bukan hanya ketika motor mulai terasa bermasalah.
"Perawatan berkala membantu mengetahui kondisi komponen lebih awal. Jadi, pengendara tidak perlu menunggu sampai muncul gejala atau kerusakan baru melakukan pemeriksaan. Dengan mengikuti jadwal perawatan sesuai buku pedoman, kondisi motor bisa lebih terjaga dan tetap nyaman digunakan," ujar Ignatius.
Untuk mengetahui komponen apa saja yang perlu diperiksa atau diganti, pemilik Honda bisa melihat kembali Buku Pedoman Pemilik Sepeda Motor Honda. Jadwal tersebut juga bisa menjadi pengingat agar perawatan motor tidak hanya dilakukan ketika terasa bermasalah.
Intinya, motor masih enak dipakai bukan berarti waktunya bebas servis. Justru dengan perawatan rutin, potensi masalah bisa diketahui lebih awal dan performa motor tetap terjaga. Jadi, jangan cuma rajin isi bensin, jadwal servis juga jangan sampai di-skip. (azr)
