Cegah Stunting, Posyandu Bulungan Diminta Aktif Datangi Rumah Warga

TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten Bulungan mendorong perubahan pola kerja Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) agar lebih aktif menjangkau keluarga di tingkat desa.

Bupati Bulungan Syarwani meminta kader Posyandu tidak hanya menunggu warga datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Mereka diharapkan turun langsung melakukan pemantauan kondisi keluarga, terutama ibu hamil dan balita.

Menurut Syarwani, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pencegahan stunting sekaligus menekan risiko kematian ibu dan anak.

"Posyandu ini kan ujung tombak, tentu kita harus lebih maksimalkan untuk menekan prevalensi stunting serta mencegah kematian ibu dan anak," ujar Syarwani di Tanjung Selor, Senin.

Ia telah meminta seluruh camat, lurah dan kepala desa di Bulungan mengoptimalkan keberadaan Posyandu sebagai pusat edukasi sekaligus pemantauan kesehatan masyarakat.

Kunjungan dari rumah ke rumah dinilai penting untuk mengetahui secara langsung kondisi ibu hamil, pola asuh keluarga serta kecukupan gizi anak. Dengan cara tersebut, persoalan yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak dapat diketahui lebih awal.

Syarwani menekankan intervensi tidak boleh terlambat, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Pada fase tersebut, pemenuhan gizi dan pola pengasuhan menjadi salah satu faktor penting bagi pertumbuhan anak.

Karena itu, ia meminta pembinaan Posyandu tidak sebatas menjalankan kegiatan rutin atau memenuhi administrasi.

"Saya sudah meminta camat, kades dan lurah memastikan kader Posyandu turun langsung ke lapangan, datang dari rumah ke rumah," tegasnya.

Untuk memperkuat langkah tersebut, kader Posyandu diminta berkolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Puskesmas. Kolaborasi itu diharapkan melahirkan pola pelayanan yang lebih inovatif sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya gizi dan pola asuh anak.

Pemkab Bulungan juga mendorong pemerintah desa memberikan dukungan terhadap kegiatan Posyandu, termasuk melalui program pemberian makanan tambahan.

Syarwani menyebut makanan tambahan telah diberikan kepada anak, ibu hamil dan ibu menyusui sebagai bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

"Selama ini memang teman-teman di Posyandu sudah memprogramkan itu. Termasuk juga dukungan dari teman-teman kades menggerakkan kader-kader Posyandu dengan pemberian makanan tambahan," ujarnya.

Ia berharap penguatan fungsi Posyandu hingga ke tingkat keluarga mampu membuat pencegahan stunting berjalan lebih dini, terukur dan menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan. (DKIPBUL/ADV)

Share: