Sumber foto: voaindonesia.com

Congrat, Mr Biden

Raih Suara Elektoral Terbanyak

POJOKALTIM- Amerika Serikat dipastikan memiliki pemimpin baru. Pada pemilihan presiden yang dihelat 3 November, Joe Biden mendapat suara terbanyak dibanding rivalnya: Donald Trump. Dengan demikian, politisi asal Partai Demokrat ini, diproyeksikan menjadi presiden ke-46.


Dilansir dari laman Google per tanggal 9 November pukul 19.05 Wita, Joe Biden dan wakilnya Kamala Harris mendapat suara elektoral terbanyak. 


Yakni 290 atau 50,7% dengan jumlah suara 75.404.182. Sementara rivalnya, Trump mendapat 214 suara atau 47,7% dengan jumlah suara 70.903.094.



Dilansir dari laman voaindonesia.com, presiden terpilih adalah istilah, bukan jabatan resmi. Dengan demikian, Biden tak punya kewenangan dalam pemerintah, hingga ia dilantik pada 20 Januari 2021.


Banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dipersiapkan Biden dalam 2,5 bulan ke depan. Namun begitu, dia belum punya kewenangan dalam kapasitas resmi.


Dijelaskan, hasil pilpres akan disertifikasi secara resmi beberapa pekan lagi.


Pertama, para pejabat di ke-50 negara bagian plus District of Columbia harus mensertifikasi hasil penghitungan suara bagi Biden dan Trump. Sejumlah negara bagian masih melakukan penghitungan suara dari pemilu pada Selasa (3/11) dan pemilu awal beberapa minggu sebelumnya.


AS memilih presiden lewat sistem demokrasi tidak langsung, dalam Electoral College yang beranggotakan 538, di mana sedikitnya 270 suara diperlukan untuk mengklaim kemenangan. Negara bagian yang paling padat penduduknya, memiliki pengaruh lebih besar dalam menentukan hasil, bukan jumlah suara populer secara nasional.


Di semua kecuali dua negara bagian, pemenang yang meraih suara populer terbanyak, berhak mengumpulkan semua jumlah elektor. Di Maine dan Nebraska yang tidak begitu padat penduduknya, elektor ditentukan oleh hasil pemilihan di distrik Kongres dan negara bagian.


Baik Biden dan Trump sama-sama memiliki daftar elektor di masing-masing negara bagian. Para elektor ini akan memberi suara mereka dalam Electoral College pada pertengahan Desember, tergantung hasil di masing-masing negara bagian. Kongres kemudian akan mensertifikasi hasil Electoral College secara keseluruhan pada awal Januari, sekitar dua minggu sebelum pelantikan. (aka)

Share: