• index
  • Pojok Pikiran
  • Peran Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Di Sekolah

Peran Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Di Sekolah

Penulis: Cut Nurjannah.A, S.Pd, Gr

Kurikulum Merdeka telah menjadi inovasi yang signifikan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Dengan memberikan kebebasan kepada siswa dalam memilih mata pelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat mereka, Kurikulum Merdeka membantu mempersiapkan siswa menjadi lulusan yang siap menghadapi dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, untuk memastikan implementasi yang sukses, peran guru bimbingan dan konseling sangatlah penting.

Guru bimbingan dan konseling memiliki peran yang krusial dalam mendukung siswa dalam memilih mata pelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Mereka dapat memberikan informasi yang dibutuhkan siswa untuk membuat keputusan yang tepat, baik itu mengenai mata pelajaran yang tersedia, peluang karir, maupun persyaratan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. Guru bimbingan dan konseling juga dapat membantu siswa dalam mengidentifikasi minat dan bakat mereka melalui tes dan konseling individual.

Selain itu, guru bimbingan dan konseling juga berperan dalam membantu siswa mengatasi tantangan yang mungkin mereka hadapi dalam proses belajar. Mereka dapat memberikan dukungan emosional dan motivasi kepada siswa, terutama ketika siswa mengalami kesulitan dalam memilih mata pelajaran atau menghadapi tekanan dalam mempersiapkan diri untuk dunia kerja. Guru bimbingan dan konseling juga dapat memberikan layanan konseling individu atau kelompok, yang membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan sosial dan emosional yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, guru bimbingan dan konseling juga dapat berperan dalam menjembatani hubungan antara sekolah dan dunia kerja. Mereka dapat menjalin kerja sama dengan perusahaan atau industri terkait bidang kejuruan yang diajarkan di sekolah. Hal ini memungkinkan siswa untuk mendapatkan pengalaman praktis di dunia kerja melalui program magang atau kunjungan industri. Guru bimbingan dan konseling juga dapat membantu siswa dalam mencari informasi tentang peluang kerja, persyaratan karir, dan perkembangan industri terkini.

Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, kolaborasi antara guru bimbingan dan konseling dengan guru mata pelajaran sangat penting. Guru bimbingan dan konseling dapat memberikan masukan kepada guru mata pelajaran mengenai minat dan bakat siswa, sehingga guru mata pelajaran dapat memberikan pembelajaran yang relevan dan mendukung pengembangan keterampilan siswa. Selain itu, guru bimbingan dan konseling juga dapat memberikan pelatihan dan bimbingan kepada guru mata pelajaran dalam mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka.

Dalam kesimpulannya, peran guru bimbingan dan konseling sangatlah penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah. Mereka membantu siswa dalam memilih mata pelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat mereka, memberikan dukungan emosional dan motivasi, menjembatani hubungan dengan dunia kerja, dan berkolaborasi dengan guru mata pelajaran. Dengan adanya peran yang kuat dari guru bimbingan dan konseling, implementasi Kurikulum Merdeka dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi siswa dalam persiapan mereka untuk masa depan. (***)


Cut Nurjannah.A, S.Pd, Gr


Guru Bimbingan KonselingSMK Negeri 15 Samarinda

Sekretaris Umum PD ABKIN Kalimantan Timur

Share: