Penulis: Tim Redaksi

Puasa = Cosplay Orang Miskin

Bagaimana puasanya sampai hari ini? Lancar? Kurang lancar? Atau kadang lancar, kadang enggak? Atau sudah berhasilkah cosplay kita selama Ramadan ini menjadi orang miskin?

Yup, kalau sekadar menahan lapar dan haus, itu sudah nama tengah orang miskin. Hidup susah itu sudah jadi partner abadi mereka. 

Pun bila tujuan puasa kita adalah menggoda, memanggil, menyemangati, serta membangun kesadaran kehidupan sosial sekitar, lantas sudah seberapa banyak sesuatu yang kita cintai yang tiap hari kita mencarinya itu, sudah kita bagi ke mereka yang memerlukan?

Puasa sejatinya dan semestinya memang bukan tentang seputar perut dan alat kelamin semata. Seperti ceramah ceramah yang kita dengar sepanjang Ramadan: "Berpuasalah agar kita merasakan penderitaan orang miskin". Ya kalau pemahaman kita hanya sebatas itu, pertanyaan selanjutnya adalah jika sudah merasakan penderitaan orang miskin, terus mau ngapain?

Puasa memang multimakna. Tergantung kepada siapa, tingkat kepercayaannya, level keimanannya, dan seterusnya.

Namun, benang merahnya sudah jelas. Puasa sebenarnya adalah mengistirahatkan sementara semua indera sejak subuh hingga masuk Magrib.

Jadi tak hanya perut, atau alat kelamin yang ukurannya tak seberapa itu.

Semua indera kita istirahatkan. Belajar menghentikan lantihnya mulut yang bisa melukai. Belajar memilah pendengaran yang tak berguna. Mengerem langkah kaki untuk tidak ke tempat semestinya.Menahan pandangan yang tak patut. Serta memulai untuk tidak mengecap rezeki yang bukan hak kita.

Semua indera kita puasakan. Kita istirahatkan. Barang sebentar saja. Cuma sehari. 

Semoga proses belajar selama Ramadan ini, pada akhirnya membuat dan membiasakan kita untuk meneruskan puasa indera pada bulan selanjutnya.

Ukuran dan penilaian berhasil tidaknya kita belajar puasa itu, ya terlihat pada hari hari setelahnya. Jika ternyata kita masih takluk, lemah tak berdaya terhadap indera, berarti belum lulus.

Jika ternyata kebiasaan itu tetap menempel usai Ramadan, selamat. Berarti kita sudah mencapai tujuan turunnya perintah puasa: menjadi beriman dan bertakwa.

Hey, tulisan ini bukan untuk Anda. Tapi ini untuk saya sendiri. Anda jangan GR.

Share:

Berita Lainnya